Sekadar suka menulis ulasan dari satu novel/filem penulisan Habiburrahman El-Shirazy.
Petikan FilemKesucian Saya tertarik dengan beberapa aspek yang di utarakan dalam filem ini.
Antaranya ialah menjaga kesucian diri.
----------------------------------------------------------------------------
"Sebenarnya aku mau naya sama mas Azam, kenapa si, waktu itu mas Azam bilang, kalau mendapatkan sebuah
french kiss itu sebuah musibah."
"Gini lu Mbak El, setiap orang pasti punya perinsip dalam hidupnya, biasanyakan, berdasarkan apa yang diyakini kebenarannya. Betolkan mbak El?"
"Iya.."
"Perinsip hidup saya, berdasarkan
Qur'an dan hadith. Dalam agama kita, masalah kesucian itu sangat diutamakan. Haa..
Itu terbukti kenapa pelajaran pertama dalam buku fiqh adalah waktu haram, tentang bersuci agar penganutnya selalu menjaga kesucian lahir mahupun batin.
Diantara kesucian-kesucian yang dijaga adalah kesucian antara perhubungan pria dan wanita."
"Kalau saya melakukan ciuman dengan wanita yang tidak halal bagi saya, berartikan, saya telah menodai kesucian saya sendiri dan juga menodai kesucian wanita itu kan.. Maaf mbak El, itu adalah musibah bagi saya."
"Mungkin..orang akan mengatakan saya kolot, kampungan, nggak jamani, bahkan primitif sekalipun saya tidak peduli.
Saya bahagia dengan apa yang saya yakini kebenarannya.
Mbak el kan pernah study di negeri orang yang sangat mengagungkan kebebasan, saya yakin mbak El pasti bisa menghargai pendapat dan keyakinan saya."
"Aa..thanks ya."
Eliyana kembali ke seat asalnya. Di tepi tingkap itu, air matanya berderai, mengenangkan betapa hinanya dia dalam hal kesucian seperti yang diceritakan Azzam. Ketika itu juga setiap kalimah yang disampaikan Azzam bermain ditelinganya.
----------------------------------------------------------------------------
kesucian hati nurani seseorang sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan diri - Khalifah Ali bin Ali Talib
----------------------------------------------------------------------------
Betapa dalam novel dan filem ini menggambarkan betapa pesonanya cinta manusia dan hanya dengan Cinta yang luar biasa kepada Allah saja mampu mengatasinya.
Tapi bila saya cuba membawa kisah itu di alam realiti...hati tertanya,
masih wujudkah pesona cinta yang begitu ?
Soalan ini adalah peringatan buat saya dan yang membaca..
"Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar,namun jika cinta kudatangi, aku jadi malu pada keterangan ku sendiri,meskipun lidahku telah mampu menghuraikan, namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang sementara pena, begitu tergesa-gesa menuliskannya. kata-kata pecah berkeping-keping, begitu sampai pada cinta, dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya, bagaikan keldai berbaring dalam lumpur. Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan pencinta..."
"Aku memohon cinta-Mu (Ya Allah), cinta sesiapa yang mencintai Engkau & mencintai amal yang membawa aku dekat kepada Engkau"
(Hadis Riwayat at-Tirmidzi)